Tuhan ijinkan aku mengeja sebuah kata,er..
i..
en…
de…
u…wahai angin yang berhembus dari ujung barat dunia ke arah matahari terbit,
duhai bintang yang berkerlip-kelip di sudut langit apabila malam telah mencekam,
kepadamu matahari yang selalu bersembunyi di ufuk barat di setiap penghujung senja.dendangkanlah lagu pembuluh rindu ini, yang berderit-derit di setiap jengah kesendirian ku.
Tuhan, dekaplah aku dan dirinya,
sehingga kami tahu betapa dekatnya hati hati kami,Nottingham, 180113
*)picture taken from:http://kenuzi50.files.wordpress.com/2012/06/hujan-dan-rindu.jpg

January 29th, 2013 at 12:01 am
mantab puisinya…
January 29th, 2013 at 11:05 am
matur nuwun mbak :0
btw: salam kenal mbak, mbak ya sapa ya? hehe
February 1st, 2013 at 10:41 am
Huwaaa… video2 saja belum bisa melepas rindu ya kang? Coba istrinya bikin akun yutub kang, lalu saling merekam video masing2. Mudah2an bisa mengobati kangen..
February 1st, 2013 at 11:55 am
sudah ndop, tapi namanya juga rindu. terkadang kehadiran tak bisa tergantikan oleh apa pun jua.