Memotret budaya orang UK : Budaya Jalan Kaki

…. memperhatikan tingkah polah umat manusia memang selalu menarik hati saya. apalagi kalau  tingkah polahnya itu  karena berada dalam lingkaran budaya yang berbeda dengan kita.  Di UK, salah satu polah manusia yang menarik untuk direnungkan adalah budaya jalan kaki.

Jalan kaki = Miskin?

sejak tiga bulan terakhir setiap hari saya berjalan kaki kurang lebih 20 menit dari rumah ke kampus, dan 20 menit dari kampus kembali ke rumah. Ternyata jalan kaki itu sungguh terasa nikmat sekali. Padahal sebulan pertama di Nottingham, biasanya saya selalu naik hopper bus gratis yang disediakan kampus yang menghubungkan 4 kampus utama Universitas Nottingham yang datang setiap 15 menit sekali. Iyalah, logikanya ngapain capek-capek jalan kaki, kan mending naik bus, tinggal duduk, nyampek tempat tujuan.

Rupaya, logika cost-benefit itu tidak selalu benar. Dari awalnya memperhatikan banyak orang yang jalan kaki, akhirnya saya menemukan kenikamatan dalam jalan kaki ini. Dari rumah pertama saya harus menyeberang sebuah jalan raya.  Tapi ndak perlu takut nyeberang seperti di kota besar di Indonesia, disini tinggal pencet tombol di tiang trafik light, beberapa detik kemudian semua kendaraan yang lewat di Jalan Raya hukum nya “fardlu a’in” untuk berhenti. Mereka harus berhenti, untuk memberi hormat dan mempersilahkan si pejalan kaki menyeberang terlebih dahulu. Itulah alasan pertama saya senang Pejalan kaki. Disini, pejalan kaki adalah Raja dan Ratu Jalanan, hehe.

Lepas dari jalan raya, medan selanjutnya adalah menyusuri sebuah sungai. Ada sebuah sungai kecil yang airnya jernih sekali, sangking jernihnya batu-batu kali di dasar sungai itu terlihat sangat jelas. Di pinggir sungai adalah rerumputan hijau yang menyejukkan mata, yang menjadi pembatas antara bibir sungai dan jalur pedistrian ‘footpath’  di sepanjang sungai itu. Rumput nan hijau dan air jernih yang berggemericik adalah terapi alami untuk penyejuk mata dan telinga yang indah nya tak terkira. Di sungai itu juga terdapat beberapa pasang bebek yang terkadang berenang melawan arus. Mereka seolah asyik dengan dunia nya mereka sendiri, tanpa sedikit pun terusik oleh manusia yang berlalu lalang menyusuri pinggiran sungai. Tidak hanya bebek, terdapat juga gerombolan berbabagai jenis burung dengan bulu-bulu nya yang indah berwarna-warni  yang berterbangan di atas aliran sungai itu yang seolah menyempurnakan harmoni keindahan alam pagi itu.

Saya tidak sendirian di  jalan pinggiran sungai itu, banyak pejalan kaki lain yang  berlalu lalang menyusuri sungai itu. Sesekali berpapasan dengan orang yang ramah, yang menyapaku dengan ‘good morning, darling !’ dengan senyumnya yang tulus. Biasanya yang menyapa seperti ini adalah perempuan paruh baya. Ada juga yang menyapa saya dengan ‘Assalamu ‘alaikum, brother ! ‘ yang menyapa demikian biasanya adalah lelaki berkebangsaan pakistan. Tetapi lebih seringnya, kita tidak saling menyapa. Karena apa? Karena mereka jalanya cepet sekali. Saya selalu disalip sama orang yang di belakang saya. Bahkan, dengan kecepatan normal saya, saya bisa disalip sama seorang Bapak tua yang sudah renta dan memakai tongkat.  Dan parahnya, walaupun malu, saya ndak mampu mengejarnya dengan berjalan normal saya.

Setelah menysuri sungai, saya harus menyebrang jalan raya lagi yang kemudian membawa saya ke dalam hutan cemara. Pohon cemara inilah, satu-satunya pohon yang masih terlihat hijau ketika musim dingin. Keluar hutan cemara , saya bertemu dengan sebuh padang rumput hijau yang sangat luas dan tertata rapi,  bak permadani hijau yang terhampar sejauh mata memandang. Jika musim dingin tiba, padang rumput ini berubah menjadi hamparan salju yang memutih seperti gundukan kapas. Saya selalu bertemu dengan burung gagak hitam legam disini, burung mitos nya orang jawa. Terkadang bertemu juga dengan burung yang bulunya indah sekali yang tidak takut sedikit pun dengan manusia yang berlalu lalang disitu. Dan yang pasti, gerombolan angsa-angsa berbulu coklat yang lehernya panjang akan menyapa kehadiran saya di gerbang kampus.

Terasa memang bedanya jalan kaki disini sama jalan kaki di Indonesia. Di Jakarta ,  Surabaya atau kota besar lainya, kalau berjalan  kaki , entah kenapa perasaan merasa sebagai kaum yang termarjinalkan yang dipandang sebelah mata oleh para pengemudi mobil-mobil mewah yang  dengan angkuhnya berlalu lalang itu, selalu bergelayut di hati. Tetapi disini, apa yang anda naiki sama sekali tidak kaitanya dengan gengsi dan status sosial. Walaupun mobil disini dapat dibeli dengan harga gaji bulanan UMR, tetapi masih banyak orang yang memilih menggunakan public transport, naik sepeda, atau berjalan kaki.

Sungguh, saya sangat merindukan suasana seperti ini,  bahwa kehormatan seseorang, status sosial seseorang itu sama sekali tidak ada kaitanya dengan kendaraan yang dia pakai, itu terjadi di negeri kami, Indonesia.

*)picture taken from: http://celtichealthcare.com/wp-content/uploads/2011/10/elderly-walking.jpg

About these ads

About Cak Shon

a dull student at University of Nottingham View all posts by Cak Shon

6 responses to “Memotret budaya orang UK : Budaya Jalan Kaki

  • Adhika Pratomo

    very inspiring story, sir :)
    Even in Brunei, our neighboring country, pedestrians are highly respected. Car drivers had stopped 5 meters from pedestrians who want to cross, they gave a smile while signal with hand.

  • ndop

    Makanya saya masih konsisten dengan naik sepeda dan angkutan umum kang. Aku kepingin memberikan contoh, kalo naik sepeda pun bisa ganteng dan bergaya!

    Walaupun keringetan hahaha..

  • mansi

    bener bang….saya walowpun seorang perempuan tapi sangat senang jalan kaki….tiap hari ke tempat kerja slalu dengan jalan kaki,tapi di kota saya di makassar ini,, kayaknya untuk berjalan kaki membutuhkan rasa pede yang tinggi, maklumlah sebagian org memilih naik kendaraan karena gengsi jalan kaki…mana lagi tantangan besar kalo mau nyebrang jalan…wuih,,sebagian pengendara main nyelonong aja nggak mau ngasih ruang untuk sang pejalan kaki ini,,,komat kamit baca fatehah supaya slamat sampai di seberang jalan..hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

duniadev

satu kisah biasa

Tulisan-ku

collection_of_my_stories_,_thoughts_,_imaginations_,_etc

Agustri Weblog

Mari Bercerita, Themesnya Ganti Biar Seger (Kayak minuman :D)

ngaji di Nottingham

a chapter of life, a note to remember from my Phd Life

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 3,007 other followers

%d bloggers like this: